Pro: Bahasa gaul adalah cerminan kreativitas linguistik remaja. Melalui media sosial, muncul kosakata baru yang unik, ringkas, dan ekspresif (misalnya: mager, gabut). Ini memperkaya variasi bahasa, mempercepat penyebaran informasi, dan membantu remaja membangun identitas serta keakraban dalam komunitas sebaya. Bahasa adalah entitas yang hidup, dan bahasa gaul adalah bukti evolusinya di era digital.
Kontra: Dominasi bahasa gaul yang tidak terkontrol mengancam kemampuan remaja dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Keterbiasaan berbahasa yang longgar dapat menyebabkan penurunan penguasaan tata bahasa dan kosa kata baku, yang sangat dibutuhkan dalam konteks formal (pendidikan dan pekerjaan). Jika dibiarkan, ini berpotensi mengikis kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Kesimpulan: Bahasa gaul adalah inovasi yang memperkaya ekspresi informal remaja, namun ia menjadi ancaman jika remaja gagal membedakan konteks. Solusinya adalah menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan bahasa gaul di tempat yang tepat dan tetap menjunjung tinggi Bahasa Indonesia baku di situasi resmi.
Komentar
Posting Komentar